Dua mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Asri Dewi dan Qholiva Yuni Fadilla menjadi salah satu presenter dalam parallel session pada Conference on Media, Communications, and Sociology Universitas Atma Jaya Yogyakarta (COMICOS UAJY) pada Rabu dan Kamis (29-10/11). Paper yang ditulis oleh keduanya bersama Erwin Rasyid mendapat sanjungan dari moderator dan para presenter lainnya.

“COMICOS itu adalah sebuah konferensi tingkat nasional yang mana kami mempresentasikan hasil penelitian kami pada parallel session yang disaksikan oleh para mahasiswa UAJY beserta banyak presenter dari kampus-kampus lain,” kata Qholiva Yuni Fadilla alias Yuni menjawab mengenai COMICOS.

Yuni menjelaskan bahwa dalam kegiatan bertema Inovasi, Komunikasi, dan Kolaborasi ini, paper yang ia tulis bersama Asri Dewi dan Erwin Rasyid mengangkat tentang Sepakbola dan Inovasi di Era Industri Digital. Ia menjelaskan bahwa paper ini berisi tentang bagaimana klub sepakbola di Indonesia memanfaatkan industri digital dalam menjual tiket dan merchandise.

“Lega sih selesai kami presentasi. Sebelum presentasi, waktu kami mengenalkan diri bahwa kami itu adalah mahasiswa semester 5, semuanya yang ada di ruangan langsung kaget gitu. Soalnya presenternya itu adalah dosen-dosen, mahasiswa S2 dan S3, yang ilmu dan pengalamannya udah jauh lebih banyak dari kami,“ kata Yuni. Ia mengaku senang karena bisa presentasi di hadapan orang-orang yang lebih senior, dan juga mendapat banyak sanjungan dari moderator dan presenter lainnya karena dinilai telah berani mencoba ranah konferensi.

Di samping itu, Asri Dewi atau yang akrab disapa Dewi menjelaskan mengenai mekanisme mengikuti konferensi ini. “Awalnya dapat kabar mengenai konferensi ini dari Instagram kan, terus ikut konferensi ini karena tertarik sama temanya. Jadi pertama kita kirim abstrak dulu, setelah itu nungguin konfirmasi abstraknya diterima atau enggak di acara ini. Setelah dihubungi kalau abstrak paper kita diterima, kita lanjut bikin full paper-nya, di-submit lagi terus baru dipresentasikan di COMICOS,” ucap Dewi.

Dewi berharap melalui konferensi yang ia ikuti semoga semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti konferensi. “Meskipun konferensi biasanya diikuti oleh para dosen, acara ini sebenarnya juga salah satu platform bagi mahasiswa atau teman-teman lainnya untuk meningkatkan kualitas diri. Untuk belajar, mencari literasi, saling bertukar informasi dan menambah relasi. Jadi jangan ragu dan semoga makin banyak mahasiswa yang tertarik buat ikut konferensi di masa mendatang,” tutupnya.