(Foto oleh: Larasati Tauhidia)

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) konsentrasi Advertising mengikuti Creative Sharing yang diadakan oleh Communication Awards di Gedung Ki Bagus Hadikusuma E1 lantai dasar ruang E1.005 pada Minggu (2/12). Kegiatan yang bertajuk Tren Iklan Visual Masa Kini ini diisi oleh tokoh-tokoh yang berasal dari dunia kreatif, yakni Hari Prasetyo sebagai Co-Founder of Berakar Komunikasi, Lembu Wiworojati sebagai Associate Vice of President Marketing Creative Bukalapak, Eddu Enoary Eigven sebagai Head of Creative Ruang Guru.

“Tren itu bukan tentang pengeksekusiannya, tapi ke pesan apa yang kita bawa. Karena saat ini kita harus menghadapi media, jadi itu harus kita serap semua. Jadi iklan itu harus menarik, dan iklan itu harus cepat karena mengingat banyak media baru saat ini,” ucap Hari Prasetyo yakni Co-Founder dari Berakar Komunikasi. Ia menambahkan bahwa rumus iklan yang harus dipegang oleh pembuat iklan yaitu konsep, eksekusi dan kecepatan. Ketiga komponen ini harus saling mendukung dan berkesinambungan antara satu dengan komponen lainnya.

Kelas sharing session yang diadakan oleh Korps Mahasiswa Ilmu Komunikas (KOMAKOM) sebagai rangkaian acara dari Communications Awards 2018 ini, sebenarnya adalah kelas yang dibuat untuk para finalis kompetisi Print Ad. Namun dosen-dosen Program Studi Ilmu Komunikasi meminta agar mahasiswa konsentrasi Advertising angkatan 2016 mengikuti kegiatan ini agar mendapat ilmu dan pengalaman baru yang diberikan secara langsung oleh tokoh-tokoh yang berasal dari dunia kreatif.

Eddu Enoary Eigven sebagai Head of Creative Ruang Guru menyampaikan bahwa orang-orang kreatif harus mampu untuk selalu keep up terhadap teknologi. “Kita sebagai anak kreatif, kita harus keep up sama teknologi. Mulai dari fashion, lifestyle, dan sebagainya. Tapi jangan ikuti idenya, jangan terjebak sama semua yang in. Kita harus lihat faktor-faktor dalam iklan seperti insight. Karena kalau tidak, kita bisa terjebak plagiat. Kita sebagai kreatif harus come up sama solve problem,” ucapnya.

Stalking penting banget untuk dapat informasi dari target audience, brand, insight, dan lain-lain. Jadi jangan pernah malas untuk stalking sampai hal yang detail banget, jangan malas untuk ngulik yang namanya insight. Lalu pada akhirnya kita bisa menciptakan tren baru,” kata Eddu menambahkan dalam materi yang disampaikannya.

Lembu Wiworojati sebagai Associate Vice of President Marketing Creative Bukalapak menjelaskan banyak tentang Creative Marketing 4.0. Ia menyampaikan penggunaan banner yang tepat pada sebuah wadah web, khususnya Bukalapak. “Komposisi warna, penggunaan font, hingga cara transaksi kita hars mampu membuatnya nyaman, agar costumer pun nyaman bertransaksi,” ucapnya.

“Tren mengenai bagaimana kita mengaplikasikannya ke dalam teknologi atau platform kita,” katanya. Lembu Wiworojati juga menyampaikan bagaimana membuat headline, pattern, penggunaan background, komposisi warna, serta ilustrasi yang baik.

Di samping itu, Erwan Sudiwijaya selaku moderator dan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi yang juga merupakan tokoh kreatif menutup kegiatan ini dengan harapan darinya. “Menarik nih buat kita dapat masukan, saat ada digital kita bisa jadi apapun. Semoga apa yang kita dapatkan hari ini bisa menjadi bekal yang dipakai buat kita ke depannya,” tutupnya.