Belajar Bahasa Kunci Jendela Dunia

26 September 2016 oleh :

Mempelajari Bahasa asing merupakan kunci jendela dunia. Dengan mengenal berbagai Bahasa asing terutama Bahasa Inggris, dapat membuka wawasan dan pemikiran untuk semakin terbuka dengan dunia. Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Kepala Language Training Centre (LTC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Noor Qomaria Agustina, S.Pd., M.Hum saat diwawancarai di sela-sela kunjungan SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta, Selasa (20/09) di Ruang Pertemuan Perpustakaan Pusat UMY.

“Bahasa sangatlah penting di era globalisasi saat ini. Kalau kita mengingat salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang artinya Allah menciptakan manusia itu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kita saling mengenal. Indikasinya di sini bahwa kita sebagai umat Islam ditunjukkan bahwa perlunya belajar berbagai Bahasa. Sedangkan ini ada kata saling mengenal, artinya kita harus belajar, memahami, dan bersilaturahim ke berbagai daerah dan negara. Dan dari situlah belajar Bahasa sangat diperlukan,” paparnya.

Dosen Bahasa Inggris yang dikenal dengan sapaan Ari ini kembali menambahkan, pentingnya belajar Bahasa akan memberikan kesuksesan serta keberhasilan dalam menciptakan networking. Dengan networking atau membangun hubungan dengan orang lain ini juga bisa menjadi salah satu kunci kesuksesan. Menurutnya, networking tersebut tidak hanya akan membawa keuntungan seseorang dalam dunia bisnis, namun orang dengan profesi lain seperti guru, juga bisa menjadikan networking tersebut sebagai salah satu cara mereka untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya.

“Di samping itu, kita tahu bahwa pada era globalisasi ini informasi dan networking, akan menjadi kunci utama seseorang dalam meraih kesuksesan. Dan networking tersebut bisa tercipta jika kita menguasai Bahasa, seperti bahasa-bahasa asing. Karena paling tidak dengan mempelajari Bahasa asing yang sudah pasti berkaitan dengan budaya suatu daerah atau negara, pikiran kita tidak sempit dan akan lebih terbuka wawasannya, serta lebih mudah beradaptasi dengan orang asing,” ujarnya.

Pada kunjungan yang dihadiri oleh 55 siswa SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta ini, Ari menjelaskan bahwa dalam rangkaian kunjungan tersebut para siswa terbagi ke dalam 4 kelompok. Setiap kelompok akan dibagi untuk mempelajari Bahasa Inggris, Bahasa Italia, Bahasa Jepang, serta berkunjung ke American Corner dan Warung Perancis. “Kunjungan mereka kami arahkan untuk mengunjungi berbagai tempat yang berhubungan dengan LTC. Dan kunjungan itu bisa menjadi media mereka untuk lebih mengenal Negara lain, sehingga mereka bisa belajar lebih banyak lagi. Kemudian di akhir akan ada movie screaning dan diskusi terkait film pendek dan ditutup dengan sholat berjamaah. Sesuai dengan slogan UMY yang unggul dan Islami. Mereka bukan hanya merasakan keunggulan belajar Bahasa, namun juga mereka mendapatkan sisi rohani melalui kegiatan sholat berjamaah,” jelasnya.

“Harapan dengan adanya kunjungan ini masyarakat bisa merasakan manfaat keberadaan LTC. Untuk UMY sendiri tentunya bisa sebagai ajang untuk promosi. Paling tidak dengan banyaknya kunjungan ini masyarakat khususnya sekolah luar mengetahui adanya pusat pelatihan berbagai Bahasa asing di UMY,” harap Ari.

Sementara itu, Pratama Ahdi, Person in Charge untuk Self-Access Center (SAC) Language Training Centre (LTC) UMY menambahkan bahwa siswa-siswi SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta tersebut juga mengunjungi Ruang DIC dan Ruang Kelas SAC yang terletak di Gedung D lantai 2. Selain itu, 3 orang pengajar bahasa Italia, Jepang, dan Inggris yang menjadi pemateri dalam kunjungan tersebut merupakan fasilitator bahasa dari SAC LTC UMY. (hv)