Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAKOM UMY) mengadakan Talkshow Nasional yang merupakan bagian dari Soft Opening Communication Awards (CA) 2018. Acara yang mengundang beberapa alumni sebagai moderator dan pembicara ini, adalah kegiatan wajib yang diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2016 karena merupakan bagian dari bridging. Talkshow dengan tema ‘Ana Gata’ ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tepatnya Gedung A.R. Fachrudin B lantai 5 pada hari Kamis (1/10).

Communication Awards yang dipersembahkan oleh KOMAKOM kembali hadir di tahun 2018. Kegiatan ini adalah sebuah kompetisi dan ajang penghargaan bagi seluruh mahasiswa di Indonesia dalam bidang kreatif. CA angkatan ke-13 ini bertajuk ‘Antarlina’ yaitu ‘Yang melekat dan menghilang’ mengangkat isu tentang bahasa daerah yang terancam punah dan telah dinyatakan punah. Dengan demikian, pembukaan Communication Awards 2018 dilangsungkan dengan Talkshow Nasional. Soft Opening ini dihadiri oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2016 sebagaimana telah mengambil konsentrasi masing-masing, yakni Advertising, Broadcasting, Public Relations.

Abi Pranaya Tyaswara selaku ketua panitia Soft Opening CA 2018 menjelaskan mengenai gambaran acara ini. “Jadi kaya gini, tema dari Soft Opening itu sekaligus disatukan dengan bridging angkatan 2016 dari jurusan itu minta supaya kita itu ngundang dari alumni yang udah kerja di bidangnya masing-masing,” katanya.

Abi memaparkan arti ‘Ana Gata’ yang menjadi tema kegiatan ini yaitu diambil dari Bahasa Sansekerta dengan arti ‘masa depan’. Ia juga mengatakan mengenai esensinya, “Nanti ketika mahasiswa 16 datang kesini mereka itu kaya melihat masa depan mereka gitu loh intinya. Nah mereka jadinya punya gambaran terhadap masa depan mereka nanti kedepannya kaya gimana. Terus juga alumni UMY juga kan, ‘Oh berarti nanti aku habis lulus dari UMY bisa kaya gini, bisa jadi ini’ seperti itu.”

Haryadi Arief Nur Rasyid selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMY menyaksikan dan memberi kata sambutan pada talkshow ini. Arief berpesan bahwa CA bisa dibawa pada tingkat yang lebih luas dan berharap agar KOMAKOM menggagas ide tersebut. “Kalau mungkin, kenapa CA ini gak kita bawa pada level yang lebih luas. Seperti teman-teman yang ada di Malaysia misalnya, kemarin kita diundang pada acara IMPACT (diadakan oleh Universiti Sains Malaysia) kemudian kita bisa mengundang mereka pada acara CA. Saya harap teman-teman di KOMAKOM menggagasnya, mungkin gak sih ini saya rasa ya mungkin,” ucapnya. Setelah menyampaikan kata sambutan, Arief membuka CA secara resmi.

Talkshow ini mengundang beberapa alumni yakni, Arrizqi Qonita Apriliana (2014) sebagai moderator yang saat ini bekerja di Adi TV sebagai news anchor; Hanifah Razah (2011) sebagai pembicara mewakili konsentrasi Public Relations yang saat ini menjadi Owner dari Health Beauty ID Nutrition Club; Maharani (2009) sebagai pembicara mewakili konsentrasi Broacasting yang saat ini menjadi Reporter di Kompas TV; dan Guntur Novianto (2010) sebagai pembicara mewakili konsentrasi advertising yang saat ini menjadi Conceptor di Marra Advertising.

Public Relations (PR)
Hanifah mengatakan seberapa penting magang bagi mahasiswa PR, “Maganglah dulu, rasakan kehidupan di PR sesungguhnya. Sebenarnya yang pengen berkarir di dunia PR, harus magang dulu biar punya pengalaman.” Ia juga mengatakan agar memperjuangkan passion, bertanggung jawab, dan jangan melupakan IPK.

Hanifah mengatakan sebagai mahasiswa PR ada baiknya untuk bergabung dalam komunitas, mengikuti kegiatan-kegiatan PR, serta memiliki koneksi yang banyak untuk bekal dunia kerja nantinya. Runner Up 1 Puteri Muslimah Asia 2018 ini berpesan agar menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.”

Broadcasting
Maharani berbagi pengalamannya di dunia broadcasting mengenai bagaimana kerja tim yang baik, “Kerja tim itu menahan ego, berkompromi dengan teman-teman, kerja tim itu perlu dan bermanfaat.” Ia juga mengatakan bahwa jika telah memasuki dunia kerja, tak peduli seberapa banyak yang harus dikerjakan yang terpenting adalah mengerjakannya.

Di samping itu Maharani mengatakan bahwa reporter yang baik adalah yang mengetahui banyak isu dan memiliki mental yang kuat. “Nilai penting oke, IPK oke, pengalaman oke, tapi kalau kita gak punya mental itu akan tersingkir dengan sendirinya. Mental sih jangan manja ya. Tapi bagaimana kita mau mengatasi itu sendiri, jangan mengeluh doang,” ucapnya. Alumni yang pernah menjadi penyiar di Istakalisa ini mengatakan bahwa ketika memasuki dunia kerja jangan seakan-akan memandang pendapatan sebagai hal utama, tapi perbanyaklah kemampuan, jangan melupakan idealisme, serta perjuangkanlah passion dalam diri.

Advertising
Guntur banyak menjelaskan mengenai kehidupan di dunia kreatif yakni, santai tapi berkarya. Selain untuk menciptakan Curiculum Vitae yang baik, ia menekankan agar banyak mengikuti festival sebanyak-banyaknya karena karya itulah yang nantinya akan membuka peluang pekerjaan.

Alumni yang pernah menjadi bagian dari Kelompok Belajar Bikin Iklan Otak Atik Otak (KBBI OAO) ini mengatakan, “Ketika teman-teman pengen masuk dunia kreatif atau agensi iklan cuma satu kuncinya, udah pernah bikin apa aja sih, minimal pernah memenangkan apa. Untuk copywriter, kalau kamu gak bisa desain kamu harus bercumbu dengan kata-kata.”

Di samping itu, Abi berpesan untuk berkarya selagi muda, “Masa depan ada di tangan kita selagi masih muda mari kita mencoba, mari kita berkarya, kalau bisa hari ini kenapa harus ditunda-tunda.”

Abi berharap bahwa melalui talkshow ini para peserta khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2016 memiliki gambaran yang lebih jelas terhadap masa depan mereka ke depannya. “Karena mereka udah datang ke talkshow ini jadi mereka punya gambaran masa depan mereka gitu tentang apa yang akan mereka jalani nanti setelah lulus dan juga mereka bisa tau ada hambatan apa aja kita akan temui nanti ketika kita udah kerja di konsentrasinya masing-masing,” ucapnya.