Fotografi Komunikasi (Fotka) 053 menggalang dana untuk korban bencana alam di Donggala, Palu melalui Pameran Fotografi Peduli Palu. Kegiatan gelar karya ini berlangsung selama dua hari (7-8 Oktober 2018) yang diadakan di dua tempat yakni, Sunmor UGM dan Titik 0 KM Yogyakarta.

“Tujuan kita itu untuk menolong sesamalah, membantu teman-teman atau saudara-saudara yang ada disana yang lagi kena musibah,” jawab Aril selaku Koordinator Kementrian Luar Negeri Fotka 053 ketika ditanya mengenai tujuan dari kegiatan gelar karya ini.

Taufik sebagai Presiden Fotka 053 mengatakan bahwa hal mendasar dari BSO ini adalah sebagai komunitas foto, sehingga foto menjadi suatu alat yang dapat dijadikan untuk menolong sesama. “Kenapa kok kita milih gelar karya, karena basic-nya kita komunitas foto. Kita berkarya lewat foto, kita melawan lewat foto, dan kita juga peduli lewat foto,” ungkapnya.

Hari Minggu, hari pertama pameran ini berlangsung di Sunmor UGM pada pagi hari dan dilanjutkan pada malam hari di Titik 0 KM Yogyakarta. Kemudian di hari Senin, yakni di hari kedua digelar di Titik 0 KM Yoyakarta pada malam hari. Para pameris Fotka 053 menyebar di satu titik lokasi lalu memamerkan karyanya sembari menggalang dana. Antusiasme masyarakat terbukti melalui banyaknya jumlah donasi yang terkumpul melalui gelar karya ini. Tidak hanya itu, pengumpulan dana berlanjut hingga Sabtu (13/10). “Kita masih open donasi bentuk transfer sampai Sabtu besok. Jadi kalau udah terkumpul sampai hari Sabtu baru mau didonasiin,” ucap Aril.

Adapun pameran foto yang digelar merupakan karya-karya terbaik dari para Prajurit Fotka 053. “Sebenarnya ini stok karya terbaik dari teman-teman Fotka,” ungkap Herman selaku Sekretaris Jenderal Fotka 053.

Pameran Fotografi Peduli Palu merupakan bagian dari program kerja Bakti Sosial oleh Kementrian Luar Negeri Fotka 053. Aril mengatakan, “Jadi ada program kerja Bakti Sosial. Rencana awalnya Bakti Sosial ini lebih ke Panti Asuhan. Tapi ketika ada hal seperti ini (bencana alam di Donggala) ya udah kita ubah rencana, kita langsung turun ke jalan gitu.”

Taufik berharap bahwa melalui hal kecil seperti hobi seseorang bisa berguna untuk menolong orang-orang yang membutuhkan. “Kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Bukan hanya untuk diri kita sendiri, ternyata kita juga berguna untuk orang lain. Dari hal-hal yang kecil aja, seperti dari hobi kita sendiri bisa untuk membantu orang-orang yang lebih membutuhkan,” ujarnya.