img_9581Kemah Bakti Racana Muhammadiyah (Kembaramunas) Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia 2016 yang ke II dapat menjadi ajang untuk memperkuat karakter mahasiswa dalam menghadapi dunia global. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Rektor UMY, Prof. Bambang Cipto, MA saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut pada Kamis, (22/09) di Lapangan Bintang Universirtas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan Kembaramunas tersebut akan diselenggarakan selama 4 hari yang dimulai pada tanggal 22 sampai 25 September 2016.

Kegiatan kemah bakti Racana yang diikuti oleh 13 Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia tersebut, turut pula dihadiri oleh Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi selaku Ketua Kwartir Daerah D.I. Yogyakarta. Prof. Bambang menyampaikan bahwa kegiatan positif ini dapat menanamkan kemandirian dan meningkatkan mental pada diri mahasiswa. “Kemah Bakti yang diikuti PTM se Indonesia ini mudah-mudahan bisa menjadi wadah kemandirian dan sarana belajar mahasiswa untuk menguatkan karakter agar mampu menghadapi dunia global yang semakin terbuka. Serta dapat menjadi teladan dalam kegiatan pengabdian masyarakat,” papar Prof. Bambang

Sementara itu Mohammad Johari selaku Ketua Pelaksana Kembaramunas yang ke II, mengatakan bahwa kegiatan yang bertemakan “Cinta Alam dalam Membangun Masyarakat,” tahun ini mengajarkan kepada mahasiswa untuk peduli kepada alam, serta bersosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar. “Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari ini dapat menjadi salah satu ajang silaturahim antar pramuka. Ini dapat menjadi wadah penanaman karakter kepada para pandega untuk memiliki jiwa mengabdi kepada masyarakat,” jelas Johari saat diwawancarai di sela-sela prosesi pembukaan acara tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan selama 4 hari tersebut, Johari menjelaskan pada hari pertama kegiatan akan diawali dengan pembukaan Kembaramunas di UMY. Pada hari kedua (23/09) para peserta melakukan pengelolaan sampah di Pantai Parangtritis untuk menyadarkan masyarakat sekitar dan wisata turis asing. Agenda pada hari ketiga (24/09) para peserta melakukan penanaman mangrove di Baros, Bantul sebagai upaya penyelamatan abrasi. “Pada hari terakhir yaitu hari minggu, nantinya para peserta akan melaksanakan kegiatan di Bumi Perkemahan Bramasta Prambanan. Pada kegiatan ini setiap peserta akan menampilkan atraksi budaya mereka dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya mereka di daerah masing-masing,” jelasnya.

Dalam persiapan tersebut Johari mengaku memerlukan waktu selama 10 bulan sebelum acara tersebut dihelat. Jumlah peserta pada tahun ini meningkat menjadi 90 peserta dengan peserta terjauh dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah Gorontalo. “Melalui kegiatan ini kami berharap agar mahasiswa-mahasiswi PTM dari seluruh Indonesia dapat mengabdi dan membangun masyarakat di daerahnya masing-masing. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bahwa pemuda bisa menjaga daerah. Karena kitalah yang berkewajiban menjaganya. Diharapkan kegiatan positif ini terus didukung dari berbagai pihak,” harap Johari. (hv)