(Foto oleh: Witrie Amalia)

Rangkaian panjang Communication Awards (CA) 2018 yang diadakan oleh Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAKOM UMY) sukses diakhiri dengan Awarding Night di Concert Hall Taman Budaya Yogykarta (4/12). CA angkatan ke-13 ini bertajuk ‘Antarlina’ yaitu ‘yang melekat dan menghilang’ mengangkat isu tentang bahasa daerah yang terancam punah dan telah dinyatakan punah.

“Kami dari Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi, setiap tahunnya itu mencari isu-isu atau permasalahan yang ada untuk kita pecahkan untuk mencari solusinya. Untuk memecahkan solusi itu tentu ada kompesi yang kita buat untuk mencari solusi tersebut,” kata Abdul Dirjan selaku Ketua Panitia CA 2018 melalui sambutannya,

Dirja menuturkan di tahun 2018 ini Communication Awards telah menginjak angka 13 tahun dengan mengangkat isu bahasa daerah. Ia menambahkan bahwa Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya sekedar perbedaan ras atau perbedaan agama, tapi perbedaan bahasa dari Sabang sampai Merauke.

“Dari 617 bahasa yang ada di Indonesia terdapat hanya 13 bahasa daerah yang memiliki penutur di atas satu juta jiwa, dan 14 bahasa daerah kita telah punah. Oleh karena itu, kami dari Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi ingin memberikan solusi dengan memecahkan isu yang ada, memberi solusi terhadap permasalahan bangsa kita. Inilah tugas kita sebagai bangsa Indonesia untuk mencari solusi di setiap isu-isu yang ada. Perbedaan bukanlah alasan kita untuk saling berpecah-belah, perbedaan adalah alasan kita untuk saling bersatu. Karena kita Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika,” kata Dirja menutup sambutannya

CA yang dipersembahkan oleh KOMAKOM adalah sebuah kompetisi dan ajang penghargaan bagi seluruh mahasiswa di Indonesia dalam bidang kreatif. CA angkatan ke-13 ini bertajuk ‘Antarlina’ yaitu ‘yang melekat dan menghilang’ mengangkat isu tentang bahasa daerah yang terancam punah dan telah dinyatakan punah. CA mengangkat empat kategori dalam kompetisinya, yakni PR Nation, Festival Film Gadget, Print Ad, dan Integrated Campaign.

Muhammad Iqbal Rifaldi, selaku ketua Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi berharap agar CA agar terus berinovasi. “Untuk tahun ini CA ke 13 tahunnya, dimana mengangkat isu Bahasa. Tantangan CA ke depannya pastilah berat mengingat tema kita mengangkat tema-tema sosial yang ada di sekitar kita. Semoga CA ke depannya terus berinovasi dan lebih baik lagi,” katanya.

Haryadi Arief Nuur Rasyid, S.IP., M.Sc selaku Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi menyampaikan apresiasi kepada KOMAKOM. “Saya menyampaikan apresiasi dari Program Studi Ilmu Komunikasi UMY kepada KOMAKOM, karena saya lihat semakin bertambah usia semakin bijak,” katanya.

Haryadi juga berharap agar CA semakin dikembangkan lebih luas. “Harapannya ajang Communication Awards pada tahun ini, saya berharap ke depan semakin berkembang. Saya berharap agar dikembangkan lebih luas, meskipun saya tau bahwa peserta tahun ini banyak dari luar kota. Saya berharap agar lebih ditingkatkan, sehingga reputasi Communications Awards semakin baik lagi,” ucapnya.

Di samping itu, Dr. Titin Purwaningsih, S.IP., M.Si selaku Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengapresiakan Program Studi Ilmu Komunikasi dan KOMAKOM melalui CA ini. “Harapannya semoga bahasa daerah tetap bisa kita lestarikan, sehingga kita perlu berapresiasi kepada Ilmu Komunikasi dan KOMAKOM. Karena melalui kompetisi ini bisa memperkuat dan mengingatkan kita untuk berusaha melestarikan bahasa daerah melalui kompetisi ini, melalui film, melalui iklan, maupun Public Relations. Karena melalui sarana itu saya kira lebih efektif apalagi untuk anak-anak zaman now. Membaca saja itu gak menarik, sehingga perlu dari audio visual,” tandasnya.