(Sumber foto: Communication Awards)

Communication Awards (CA) yang diadakan oleh Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMAKOM) menggelar workshop untuk para finalis Public Relations (PR) Nation 2018 di Gedung Ki Bagus Hadikusuma E1 lantai dasar pada Minggu (2/12). Kegiatan ini dihadiri oleh juri-juri kompetisi terkait yakni, Asmono Wikan sebagai CEO & Founder of PT Media Piar Indonesia, David Mario Hutabarat sebagai Senior Public Relations of Fortune PR, dan Bima Marzuki sebagai CEO & Founder of Media Buffet Strategic PR & Marketing.

“Jadi sebenarnya PR Nation ini kalau tahun-tahun lalu namanya CSR Program, nah sekarang diganti jadi PR Nation. Kenapa jadi PR Nation, karena kita ganti konsep kita sadar bahwa gak semua permasalahan atau isu-isu yang ada disekitar kita ini bisa diselesaikan dengan hanya CSR Program. Makanya kita sekarang meluaskan lagi, jadi nanti peserta pilih sendiri dari case yang dikasih, dari isu yang dikasih itu pakai PR program apa,” kata Jihan selaku ketua kompetisi PR Nations 2018.

Menurutnya, jika mengingat tahun lalu kompetisi ini tidak ada sub tema yang diberikan. Berbeda dengan tahun 2018 ini, melainkan semua peserta memakai tema besar yang sama, yakni bahasa.

Ia menuturkan bahwa workshop yang diberikan para kepara finalis pada dasarnya berupa bonus. “Jadi workshop ini merupakan rangkaian dari acara PR Nation. Jadi habis workshop ini ada penjurian tahap dua. Gunanya workshop ini kaya bridging gitu, bridging sekalian bonus sih sebenarnya. Workshop ini diikuti oleh lima nominasi dari para finalis,” ucapnya.

Jihan juga menjelaskan mengenai materi workshop ini. “Workshop ini juga diisi oleh salah satu juri PR Nation yaitu bapak Asmono Wikan yaitu CEO & Founder of PT Media Piar Indonesia. Kemarin beliau mengisi materi tentang Strategi Branding Kota atau Daerah melalui Media Relasi Tepat Guna, bukan tepat guna sih tapi efektif. Ada sesi dimana peserta itu ditantang untuk membuat press release. Workshop ini juga berisi tentang gimana sih cara buat press release yang benar,” ucapnya.

“Harapannya ya workshop ini bisa jadi ilmu tambahanlah, karena materinya langsung dari praktisi yang sudah menggeluti bidang PR luas. Harapannya semoga peserta bisa belajar ilmu banyak, belajar banyak, serta berproses secara sehat,” tutup Jihan.