Kesuksesan Paradok #1 berlanjut pada kesuksesan Paradok #2 yang diselenggarakan di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta 9/5.

Dari tujuh film yang dilaunching 9 Mei 2018 , ada dua film tambahan yang mendukung kesuksesan screening film dokumenter karya mahasiswa Broadcasting 2015, yaitu The Unseen World yang disutradarai Wahyu Utami dan The Taste From The Past yang disutradarai Arif Prada. Dengan jumlah ketersediaan kursi 300 ternyata tidak cukup untuk menampung jumlah penonton yang hadir dalam screening Paradok#2. Tercatat kurang lebih ada 400 penonton yang hadir dalam acara Paradok#2. Acara itu juga dihadiri oleh beberapa dosen Ilmu Komunikas UMY diantaranya, Zuhdan Aziz, S.IP,S.Sn,M.Sn, Krisna Mulawarman, S.Sos, M.Si, Budi Dwi Arifianto, S.Sn, M.Sn, Muhammad Muttaqien, S.I.Kom, M.Sn, Fajar Junaedi, S.IP, M.Si.

Selain screening film karya mahasiswa Broadcasting 2015 ada juga sesi tanya jawab bersama sutradara yang dimoderatori oleh Agni Tirta dan juga pemilihan film terbaik dan juga film apresiasi pilihan juri. Samar menjadi film dokumenter terbaik di Paradok #2 dan Sinawang menjadi film apresiasi juri.

Dosen pengampu di mata kuliah film dokumenter Budi Dwi Arifianto, S.Sn, M.Sn ikut merasakan antusias penonton yang luar biasa, “Acaranya rame dan sukses, dari segi konten film yang disuguhkan oleh teman-teman broadcasting 2015 meningkat kualitasnya dari tahun kemarin.”

Paradok#2 ini semacam proses pendewasaan bagi saya dan teman-teman Broadcasting 2015. Dimana dalam perjalannya dihadapkan pada banyak pelajaran, mulai dari manajemen file, waktu hingga manajemen konflik. Rasanya luar biasa bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman yang juga luar biasa ini. Sukses untuk kalian semua, sampai jumpa di kehidupan keren kalian selanjutnya. Selamat berkarya, jelas Muhammad Muttaqien, selaku dosen Ilmu Komunikasi yang juga ikut membimbing film dokumenter teman-teman Broadcasting 2015.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ricki Putra Harahap selaku ketua panitia Paradok #2,” penonton acara Paradok #2 kemarin sangat luar biasa, jujur kami sebagai panitia tidak menyangka akan sebanyak itu penonton yang hadir, itu diluar ekspektasi panitia, yang jelas

ucapan terima kasih kepada penonton yang sudah mengapresiasi karya kami. Penikmat film dokumenter yang semakin banyak dan tingkat apresiasi masyarakat semakin tinggi diharapkan kedepannya akan ada festival-festival film dokumenter lain yang serupa dengan Paradok sehingga film dokumenter tidak lagi segmented,” jelas Ricki Putra Harahap.

Semoga kesuksesan Paradok #2 dapat terus berlanjut ke Paradok #3 dan seterusnya dengan euforia dan antusias penonton yang lebih meriah lagi. Terima Kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung kelancaran acara Paradok #2, sampai jumpa di Paradok #3 tahun depan. https://www.instagram.com/broadcasting_umy/?hl=en